Penari Indramayu Astia Fitri Wakili Indonesia di Jepang
- by Noviana Geby
- Editor Erik Hamzah
- 16 Okt 2025
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Penari asal Indramayu, Astia Fitri Pelani, mewakili Indonesia dalam program Artist in Residence DANCE BOX Kobe 2025 yang berlangsung di Shin-Nagata, Kobe, Jepang. Kegiatan ini digelar sejak 28 September hingga 21 Oktober 2025 dengan mengangkat tema “Transformasi melalui pergeseran budaya dalam seni dan pertunjukan rakyat.”
Melalui program tersebut, Astia memperkenalkan Tari Topeng Indramayu kepada publik Jepang dan penari dari berbagai negara. Ia juga terlibat dalam kolaborasi lintas budaya yang menampilkan interpretasi baru terhadap tarian tradisional Indonesia.
Selama masa residensi, Astia tampil di sejumlah ruang publik dan mengikuti sesi kolaborasi bersama tiga penari Jepang dari latar belakang budaya berbeda. Ia mengaku bangga dapat membawa warisan budaya daerahnya ke panggung internasional.
“Kesan aku pastinya bangga karena bisa melawan zona nyaman dan buat bangga keluarga, guru, serta sanggar. Ini juga pertama kalinya aku ke luar negeri,” kata Astia Fitri Pelani melalui pesan langsung Instagram, Rabu (15/10/2025).
Astia menuturkan, proses latihan bersama penari Jepang menjadi pengalaman berharga karena membuka pandangan baru tentang dunia tari. Ia merasa senang melihat bagaimana para penari di Jepang menerima dan mempelajari Tari Topeng dengan penuh rasa hormat.
Pengalaman tampil di DANCE BOX Kobe juga menjadi motivasi bagi Astia untuk terus memperkenalkan Tari Topeng Indramayu kepada generasi muda. Ia berharap, seni tradisi tidak hanya dilestarikan lewat pertunjukan, tetapi juga diajarkan di lingkungan pendidikan.
“Aku ingin terus mengenalkan Tari Topeng karena bukan hanya tarian, tapi juga bisa jadi media pembelajaran di sekolah-sekolah,” tambahnya.
Selain pelestarian, Astia juga ingin menunjukkan bahwa Tari Topeng dapat dibawakan oleh siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Menurutnya, tarian ini merepresentasikan perjalanan hidup manusia tanpa membedakan gender.
Ia menegaskan bahwa pengalaman di Jepang menjadi bukti bahwa seni tradisi Indonesia mampu beradaptasi dan diterima di kancah global. Melalui langkahnya, Astia berharap semakin banyak generasi muda yang berani keluar dari zona nyaman dan membawa budaya Indonesia mendunia.
(Annisa Sekar Ningrum - Universitas Negeri Jakarta)