Sore Hari, Waktu Emas Berolahraga

RRI.CO.ID, Gorontalo – Olahraga merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat yang mampu meningkatkan kebugaran, menguatkan sistem kardiovaskular, serta membantu menjaga berat badan tetap ideal. Meski manfaat olahraga sudah tak diragukan lagi, banyak masyarakat masih bingung menentukan kapan waktu terbaik untuk berolahraga agar dapat memberikan hasil maksimal bagi tubuh.



Berbagai penelitian biokimia dan fisiologi menunjukkan bahwa sore hari hingga menjelang petang menjadi waktu ideal bagi sebagian besar orang melakukan aktivitas fisik. Pada periode antara pukul 14.00 hingga 18.00, suhu tubuh secara alami meningkat, yang dapat meningkatkan kekuatan otot, aktivitas enzim, serta daya tahan tubuh saat berolahraga. Kondisi ini memungkinkan performa tubuh berada pada puncak.

Selain itu, penelitian ilmiah menunjukkan bahwa berolahraga di sore hari juga berkaitan dengan peningkatan kinerja fisik dan metabolik dibandingkan melakukan latihan di pagi hari. Dalam studi yang meneliti efek latihan pada individu dengan gangguan metabolik, latihan pada sore hari memberikan respons yang lebih baik terhadap sensitivitas insulin dan penurunan kadar lemak tubuh dibandingkan latihan pagi.

Salah satu keuntungan lainnya dari berolahraga sore adalah pengaturan ritme sirkadian tubuh. Latihan di waktu ini mampu membantu tubuh beradaptasi dengan jam biologis harian dan membantu meredakan stres setelah menjalani aktivitas sepanjang hari. Endorfin yang dilepaskan tubuh saat olahraga juga dapat membantu menenangkan pikiran dan memperbaiki suasana hati.

Namun demikian, para ahli kesehatan menegaskan bahwa manfaat olahraga tidak hanya bergantung pada waktu saja, melainkan lebih kepada konsistensi dan intensitasnya. Meski sore hari menawarkan performa puncak, olahraga di pagi atau malam hari tetap memberikan dampak positif bagi kesehatan jika dilakukan secara teratur sesuai dengan ritme harian individu.

Para pakar juga mengingatkan bahwa olahraga malam hendaknya dihindari mendekati waktu tidur karena dapat memengaruhi kualitas tidur, terutama jika dilakukan secara intens. Oleh karena itu, menyelesaikan sesi olahraga 1–2 jam sebelum tidur dianjurkan untuk menjaga kualitas tidur yang optimal.

Di sisi lain, berbagai penelitian menunjukkan bahwa tidak ada waktu yang “paling tepat” secara universal untuk semua orang. Tiap individu memiliki kondisi tubuh dan ritme harian yang berbeda, yang terpenting adalah menemukan waktu yang paling sesuai dengan jadwal dan kemampuan pribadi serta melakukannya secara konsisten.

Dengan berolahraga secara teratur di waktu yang tepat, terutama sore hari, masyarakat dapat merasakan manfaat maksimal seperti peningkatan performa fisik, pengaturan metabolisme yang lebih baik, serta pengurangan stres setelah beraktivitas seharian.

Rekomendasi Berita