Owner “Warung Di Teba”Beri Pelatihan UMKM di Samplangan

KBRN, Gianyar: Membangun usaha khususnya di bidang kuliner memerlukan mental kuat, keyakinan dan keberanian untuk dapat keluar dari zona nyaman.

Motivasi itulah yang diberikan salah seorang pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang merupakan Owner/Founder Warung Di Teba Ubud I Gede Krisna Wibuana Putra atau akrab disapa Chef Krisna dalam acara Pelatihan UMKM yang digagas STT Eka Nadi Sawitra.

Bertempat di Wantilan Pura Dalem Samprangan Desa Samplangan Gianyar, Minggu (28/12/2025) Chef Krisna berbagi suka duka dan pengalamannya dalam membangun dan mengembangkan usaha kepada Sekaa Truna Truni (STT) Eka Nadi Sawitra, dan Ibu-ibu PKK Banjar Adat Kaja Kauh Samplangan.

Acara yang dikemas dalam suasana kekeluargaan itu juga dihadiri sejumlah Pemangku, Lurah Samplangan, Kepala Lingkungan Samplangan, Babinsa, Bendesa Adat Samplangan Kelian dan Wakil Kelian Banjar Adat Kaja Kauh.

Chef Krisna menuturkan Warung Di Teba Ubud dibuka sejak 2014 lalu. Hal itu berawal dari hobi memancing yang berlanjut dengan coba-coba membuat masakan dari hasil tangkapan ikan, dan berujung dengan usaha kuliner yang dibangunnya saat ini.

“Awalnya tiang (saya) masak ikan dari hasil hobi memancing. Masakan tersebut awalnya dinikmati keluarga sendiri. Lalu tercetuslah ide dari kakak agar tiang membuka usaha kuliner, dan tiang beri nama Warung Di Teba. Astungkara sekarang tetap eksis dan sudah berjalan usaha itu hingga 8 tahun meski sempat juga digempur pandemi covid-19”, tuturnya.

Chef Krisna mengatakan best seller Warung Di Teba menyesuaikan dengan minat pasar. Namun sebagai seorang chef ia lebih suka menampilkan masakan hasil perpaduan cita rasa dan bumbu dari Indonesia, Thailand dan Jepang, dan hal itu tidak mudah untuk ditiru orang lain.

“Tidak ada batasan usia dalam memasak, jadi di dunia kuliner itu selalu ada banyak peluang. Kalau sekarang yang Best seller di Warung Di Teba semua olahan Sea Food. Lawar Plek Tuna, lalu ada Rujak Tuna, termasuk juga dari olahan daging babi yang tiang beri nama pork belly, dan itu semua sukses membuat orang penasaran”, ungkapnya.

Pada kesempatan sama Bendesa Adat Samplangan I Dewa Made Putra merespon positif pelatihan UMKM yang diberikan Chef Krisna kepada warga desa.

“Tiang (saya) selaku Bendesa Adat Samplangan sangat mendukung program ini. Tiang berharap ke depan warga desa mampu dan berani untuk membangun usaha sendiri demi kemajuan ekonomi di desa”, harapnnya.

Harapan sama juga disampaikan Kelian Banjar Adat Kaja Kauh I Gede Purianata.

“Ke depan pasca pelatihan ini, tiang berencana untuk membuat program bazzar duduk. Nanti akan melibatkan ibu-ibu PKK sebagai pelaku UMKM. Hal itu akan lebih efektif dan efisien karena dapat secara langsung memberdayakan ibu-ibu PKK di wilayah desa khususnya Banjar Adat Kaja Kauh”, ujarnya.

Ketua STT Banjar Adat Kaja Kauh I Putu Cameng Arditya Pratama menambahkan pelatihan UMKM di pennghujung tahun 2025 ini diharapkan dapat mendorong inovasi dan kreativitas generasi muda dan ibu-ibu PKK.

“Kami berharap melalui pelatihan ini muncul inovasi baru di kalanngan pemuda dan pemudi termasuk ibu-ibu di desa untuk membangun usaha sendiri. Kita tahu untuk dunia kuliner memang paling disukai para ibu-ibu”, imbuhnya.

Pelatihan UMKM bersama Chef Krisna diakhiri dengan demo membuat masakan Lawar Plek Tuna dan Rujak Tuna yang dinikmati para hadirin.


Rekomendasi Berita