Tanda-Tanda Kehancuran Sebuah Negara
- by Mariamy.Penyiar
- Editor Yudi Prama Agustino
- 9 Des 2025
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Setiap negara tentu ingin maju dan bertahan sepanjang zaman. Namun, sejarah menunjukkan bahwa banyak peradaban besar runtuh bukan hanya karena perang, tapi karena masalah internal yang diabaikan. Ada sejumlah tanda yang bisa menjadi alarm dini kehancuran sebuah bangsa.
Pertama,
korupsi merajalela. Ketika uang negara hanya mengalir ke segelintir orang, kepercayaan publik hancur. Keadilan pun menjadi barang mahal, dan rakyat kehilangan harapan pada pemimpinnya.Kedua,
krisis moral dan hilangnya nilai kejujuran. Saat perilaku curang dianggap biasa, hukum tak lagi dihormati, dan integritas dipandang sebagai kelemahan, maka fondasi bangsa mulai rapuh.Ketiga,
ketimpangan ekonomi yang ekstrem. Jurang antara si kaya dan si miskin semakin lebar, memicu kecemburuan, konflik, hingga pemberontakan sosial. Rakyat yang lapar dan putus asa adalah bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak.Keempat,
pendidikan yang merosot. Negara yang abai pada kualitas generasi penerus akan kehilangan daya saing. Ketika ilmu tidak dihargai, masa depan pun gelap.Kelima,
pecahnya persatuan. Ketika rakyat terbelah dalam fanatisme kelompok, suku, agama, atau politik hingga saling membenci, musuh terbesar sebuah bangsa bukan lagi dari luar, melainkan dari dalam.Keenam,
pemimpin yang haus kekuasaan. Jika pemimpin hanya mengutamakan kepentingannya sendiri dan tidak mau mendengar rakyat, arah negara akan tersesat dan sistem demokrasi dapat runtuh.Ketujuh,
hukum yang tidak adil. Ketika aturan tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas, rakyat kehilangan rasa percaya kepada penegak hukum dan memilih untuk melawan sistem.Kedelapan,
kerusakan lingkungan yang diabaikan. Alam menyediakan hidup bagi manusia. Jika dieksploitasi tanpa kontrol, bencana akan menjadi balasan yang melumpuhkan negara.Kesembilan,
hilangnya rasa memiliki terhadap negara. Rakyat tidak lagi cinta tanah air, tidak peduli pada masa depan bangsanya, dan menganggap negara tidak penting bagi hidup mereka.Kesepuluh,
budaya malas berkembang. Ketika kerja keras digantikan oleh mental instan, inovasi pun terhenti, dan bangsa tertinggal jauh dari kompetisi dunia.Semua tanda ini adalah
warning yang tidak boleh disepelekan. Jika satu atau dua mulai muncul, itu saatnya instrospeksi. Jika semuanya terjadi sekaligus, kehancuran hanya tinggal menunggu waktu.Bangsa kuat bukan yang bebas dari masalah, tetapi yang
segera sadar dan mau berubah sebelum semuanya terlambat. (AMY/YPA)