Mengenal Litofagi, Cara Unik Burung Unta Mengunyah Makanan
- by Radian Kurniawati
- Editor Adi Fajar Nugraha
- 13 Jan 2026
- Bogor
KBRN, Bogor: Burung unta (
Struthio camelus) adalah burung terbesar di bumi. Di balik posturnya yang gagah dan tinggi, burung unta memiliki kebiasaan makan yang unik, mereka menelan batu. Perilaku unik ini dikenal dalam dunia sains sebagai Litofagi.Berbeda dengan manusia, burung unta tidak memiliki gigi untuk mengunyah makanan. Padahal, makanan utama mereka di habitat aslinya seperti yang dijelaskan oleh S
mithsonian’s National Zoo, terdiri dari akar-akaran, dedaunan, benih, hingga serangga dan kadal kecil yang terkadang teksturnya cukup keras.Tanpa kemampuan mengunyah, burung unta mengandalkan "penggilingan internal". Di sinilah batu-batu kecil yang mereka telan berperan penting. Batu-batu ini menetap di dalam bagian perut yang disebut ampela (
gizzard). Sistem pencernaan burung unta bekerja layaknya blender alami. Makanan masuk melalui kerongkongan dalam bentuk bola-bola makanan yang disebut bolus. Di dalam ampela yang berotot kuat, batu-batu kecil (disebut gastrolith) akan saling bergesekan saat otot perut berkontraksi. Gesekan antar batu inilah yang menghancurkan serat tanaman keras dan biji-bijian menjadi makanan halus yang mudah diserap nutrisinya oleh tubuh.Di alam liar, burung unta sangat selektif dalam memilih batu yang mereka telan. Seiring berjalannya waktu, batu-batu ini akan menjadi halus dan terkikis akibat gesekan terus-menerus dan akan keluar bersama kotoran. Jadi, jika Anda melihat burung unta mematuk kerikil di kebun binatang, ingatlah bahwa mereka bukan sedang iseng, melainkan sedang mempersiapkan sistem pencernaan mereka untuk bekerja maksimal.