Laboratorium IPA Menjadi Ruang Belajar Komunikatif Siswa

RRI.CO.ID, Bengkuku - Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP Islam Al Azhar 52 Bengkulu berlangsung aktif dan bermakna melalui kegiatan praktikum bioteknologi di Laboratorium IPA. Siswa kelas IX C tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang mengangkat konsep fermentasi sebagai bagian dari bioteknologi konvensional.

Dalam praktikum tersebut, siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mempraktikkan secara langsung pembuatan tempe, mengolahnya menjadi tempe goreng, serta membuat donat dengan bantuan ragi instan (fermipan). Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran komunikatif, di mana siswa belajar melalui diskusi, tanya jawab, dan kerja sama dalam kelompok.

Suasana laboratorium menjadi hidup dengan interaksi antarsiswa yang saling bertukar ide, menyampaikan pendapat, serta mengomunikasikan hasil pengamatan selama proses fermentasi. Pembelajaran tidak berpusat pada guru semata, melainkan mendorong siswa untuk aktif berpikir dan berkomunikasi secara ilmiah.

Guru mata pelajaran IPA, Andika Fitrianti, S.Pd., menyampaikan bahwa pembelajaran berbasis praktikum membantu siswa memahami peran mikroorganisme dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga melatih keterampilan komunikasi ilmiah dan kerja sama yang penting bagi perkembangan siswa.

Kepala Sekolah Dadyo Basuki, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan laboratorium merupakan bagian dari strategi sekolah dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan relevan. “Laboratorium bukan hanya tempat eksperimen, tetapi juga wahana pembentukan sikap ilmiah dan kemampuan berkomunikasi peserta didik,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Laboratorium IPA Wulan Aditia, S.Si., memastikan bahwa seluruh rangkaian praktikum dilaksanakan sesuai kurikulum dan standar keselamatan laboratorium. Siswa dibimbing secara sistematis, mulai dari persiapan alat dan bahan, proses fermentasi, hingga pengolahan hasil.

Melalui praktikum bioteknologi ini, Laboratorium IPA berperan sebagai ruang belajar yang aplikatif dan komunikatif. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan minat belajar siswa, memperkuat keterampilan bekerja sama, serta membantu mereka mengaitkan konsep sains dengan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita