Kalori Bubur Sumsum dan Tips Konsumsi Sehat
- by Harry Zardi
- Editor Femmy Asti Yofani
- 18 Jan 2026
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Kalori bubur sumsum perlu diperhatikan agar konsumsinya tidak berlebihan. Selain porsi, cara pengolahan dan penyajian juga berpengaruh terhadap jumlah kalori serta nilai gizi hidangan tradisional ini.
Bubur sumsum dikenal sebagai salah satu kuliner Nusantara yang digemari berbagai kalangan. Hidangan berbahan dasar tepung beras dan santan ini kerap disajikan sebagai menu sarapan, camilan sore, maupun takjil saat berbuka puasa. Perpaduan rasa gurih dari santan dan manis dari gula merah menjadikan bubur sumsum mudah diterima lidah.
Dikutip dari alodokter, meski rasanya lezat, kandungan kalori bubur sumsum tetap perlu diperhitungkan agar tidak berdampak negatif bagi kesehatan, terutama jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam porsi besar.
Kalori bubur sumsum umumnya berada pada kisaran 180–220 kilokalori per porsi (sekitar 150 gram) jika disajikan dengan kuah gula merah cair. Jumlah tersebut tergolong sedang, namun dapat meningkat tergantung bahan tambahan dan cara penyajiannya.
Di beberapa daerah, bubur sumsum kerap dipadukan dengan candil, sagu mutiara, atau ketan hitam. Penambahan isian tersebut memang memperkaya rasa dan tekstur, tetapi juga dapat meningkatkan kalori hingga 250–350 kilokalori per porsi.
Selain kalori, bubur sumsum mengandung karbohidrat sebagai sumber energi utama, lemak dari santan, serta sedikit protein. Kandungan serat dalam hidangan ini relatif rendah. Meski demikian, bubur sumsum dapat menjadi sumber energi cepat bagi tubuh, terutama saat dikonsumsi sebagai menu berbuka puasa atau setelah beraktivitas.
Kandungan kalori bubur sumsum membuatnya bermanfaat sebagai pengganti energi yang hilang. Tepung beras dan gula merah membantu meningkatkan kadar energi, sementara santan memberikan rasa gurih yang khas.
Namun, konsumsi berlebihan berisiko memicu kenaikan berat badan. Kandungan lemak jenuh dari santan serta gula sederhana dari gula merah juga perlu dibatasi, terutama bagi penderita diabetes, kolesterol tinggi, atau mereka yang sedang menjalani program diet.
Agar tetap aman dikonsumsi, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:
- Batasi porsi dengan mengonsumsi sekitar 150 gram per sajian dan tidak lebih dari 1–2 kali dalam sepekan.
- Gunakan gula merah secukupnya atau pilih pemanis rendah kalori untuk menekan asupan gula.
- Pilih santan encer guna mengurangi kandungan lemak jenuh dan total kalori.
- Tambahkan potongan buah segar, seperti pisang atau nangka, untuk meningkatkan asupan serat dan membantu rasa kenyang bertahan lebih lama.
Dengan memperhatikan porsi dan cara penyajian, bubur sumsum tetap dapat dinikmati sebagai bagian dari pola makan seimbang tanpa menimbulkan kekhawatiran terhadap kelebihan kalori maupun dampaknya bagi kesehatan.