Polisi Gagalkan Rencana TPPO, Pelaku dan Korban Diamankan

RRI.CO.ID, Garut - Polsek Cibatu Polres Garut menunjukkan respon cepat dan sigap dalam menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk melalui layanan Taros Kapolres Garut terkait dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Senin, 19 Januari 2026. Aparat kepolisian Polsek Cibatu segera melakukan pengecekan ke lokasi atau Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima pengaduan.

Hasilnya, petugas menemukan seorang perempuan berinisial EN di wilayah Desa Karyamukti, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut.

"Berdasarkan keterangan awal, korban diketahui merupakan warga Subang yang berkenalan dengan seorang perempuan berinisial EK melalui informasi lowongan pekerjaan," kata Kapolsek Cibatu Garut, AKP. Amirudin Latif.

Ia mengatakan, Korban dijanjikan pekerjaan di wilayah Jakarta dengan iming-iming bekerja di tempat karaoke. Namun sebelum diberangkatkan ke Jakarta, korban dibawa terlebih dahulu ke wilayah Garut dan ditempatkan di sebuah rumah penampungan.

"Setelah tiba di lokasi, pekerjaan yang ditawarkan tidak sesuai dengan yang dijanjikan sebelumnya,"katanya.

Baca juga :

Polres Subang Beri Penghargaan Personil Polri dan Masyarakat

"Korban kemudian berupaya membatalkan keberangkatan ke Jakarta, namun justru diarahkan untuk diberangkatkan ke Kalimantan sebagai Pemandu Lagu (PL) pada malam hari yang sama,"ujarnya.

Dalam peristiwa tersebut, petugas mengamankan dua orang yang diduga sebagai calon korban, yakni EN (18) dan PN (34), serta seorang perempuan yang diduga sebagai pelaku berinisial WN, warga Kecamatan Cibatu.

Sebagai langkah antisipasi dan pencegahan agar tidak terjadi tindak pidana TPPO, Polsek Cibatu mengamankan para calon tenaga kerja beserta terduga penyalur tenaga kerja ilegal tersebut.

Ia mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk merespon cepat setiap laporan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan kejahatan kemanusiaan seperti TPPO. "Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan yang tidak jelas legalitas dan prosedurnya," ujarnya.


Rekomendasi Berita