Animo Otomotif di Maluku Tinggi, Pembangunan Sirkuit Terkendala Lahan

KBRN, Ambon: Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Maluku Sandi Wattimena mengungkapkan bahwa minat anak muda Maluku terhadap olahraga otomotif terus meningkat. Namun, pemerintah provinsi maupun Kota Ambon masih menghadapi kendala penyediaan lahan untuk pembangunan sirkuit.

Dikatakan, pembangunan sebuah sirkuit membutuhkan lahan minimal lima hektare, sementara ketersediaan ruang di Kota Ambon sangat terbatas. Ia menyebut, Pemkot Ambon memiliki lahan di Desa Tawiri yang berpotensi dijadikan lokasi sirkuit. Jika lahan tersebut disetujui, Pemprov Maluku siap memberikan dukungan penuh.

“Sebab kalau ada sirkuit itu pengembangan generasi muda di Maluku itu pasti bisa berkembang dengan baik,” katanya.

Menurut Wattimena, olahraga balap motor tidak hanya berdampak pada pembinaan atlet, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi ekonomi bagi daerah. Event balap berskala nasional dapat menarik pembalap dari luar daerah dan meningkatkan aktivitas UMKM.

“Balap motor itu bukan sekadar hura-hura. Itu bisa mendatangkan PAD yang cukup besar dan berdampak bagi UMKM,” ujarnya.

Ia mencontohkan penyelenggaraan Nusa Apono Championship Series III yang baru saja selesai digelar Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Ambon. Event tersebut membutuhkan biaya besar, termasuk penyediaan hadiah untuk juara umum hingga puluhan juta rupiah.

“Seri ketiga saja memberikan hadiah juara umum open Rp50 juta, lokal Rp40 juta, kelas 2-tak Rp15 juta, belum termasuk hadiah tiap kelas sekitar Rp2,5 juta. Totalnya bisa ratusan juta,”tuturnya.

Wattimena menegaskan bahwa tingginya antusiasme masyarakat harus dibarengi dukungan fasilitas yang memadai, serta keberlanjutan pembiayaan bagi penyelenggara event otomotif.

“Animo masyarakat besar. Disatu sisi penyelenggaraannya juga butuh biaya yang cukup besar,” ucapnya.

Rekomendasi Berita